PASURUAN I JATIMSATUNEWS.ONLINE: Awalnya, Mbak Win, begitu panggilan untuk owner Wins Rajut ini, merupakan pengrajin rajut. Aneka produk dihasilkan. Bros, tas, dompet, ada pula taplak meja. Berjalannya waktu, dia mengenal kerajinan lain lewat komunitas craft di Kabupaten Pasuruan.
Gerai yang sekaligus rumahnya terletak bersebelahan persis dengan Kantor Kecamatan Gempol. Strategis, pinggir jalan arah Surabaya Malang. Mudah menemukan, dengan nama Wins Rajut di pintu gerbang.
Mencemari lingkungan disamping menjadi problema tersendiri atas tertutupnya banyak sungai oleh enceng gondok. Mbak Win menjadi penyelamat dalam hal ini. Enceng gondok itu dibeli dengan harga pantas. Dia menerima setoran dalam keadaan basah dan kering. Satu pick up biasanya satu ton. Dengan harga rata-rata Rp.800.000 untuk satu pikc up.
“Biasanya pameran banjir order, kini sejak pandemi jarang kami ikut pameran. Sehingga produksi berdasarkan pesanan saja. Dari katalog yang kami sebarkan via medsos dan website,” aku mbak Win.
Aneka kerajinan yang dihasilkan antara lain lemari, kursi, basket bunga juga yang laris diminta kirim ke bali, yakni matras untuk yoga. Harganya bervariasi. Mulai Rp.50.000 hingga hampir 1 juta an.
Berharap pandemi segera berakhir, mbak Win mengaku akan terus melakukan inovasi dengan produk berbahan enceng gondok.







Komentar Pembaca
Kolom komentar untuk artikel ini sudah ditutup.