MALANG I JATIMSATUNEWS.ONLINE: Kumpul emak-emak memang selalu seru, apalagi bila sambil mempraktekkan sesuatu yang baru.
Mendukung tujuan Tim DKP yang datang ke Ngantru hari ini. ” Kami datang ke Ngantru dengan 3 tujuan, yakni : menentukan calon lokasi pekarangan pangan lestari, memberi materi bagaimana masyarakat bisa mengelola pangan dan mengkonsumsi menu B2SA, Beragam, Bergizi, Seimbang dan aman, juga bagaimana mengkonsumsi pangan non beras,” tutur Diah Desianti Puspitasari, Kabid Konsumsi dan Penganekaragaman Pangan Kabupaten Malang.
“Kami ingin warga bisa menentukan potensi lokal dengan penganekaragaman pangan. Jeruk lemon banyak di desa ini juga singkong, harapanya kebutuhan hidup bisa terpenuhi dari sini dan memberi nilai tambah ekonomi,” lanjut Desy
Pelatihan diberikan oleh Ifah, pelaku UMKM dengan brand Kahuripan asal Singosari yang telah 16 tahun berpengalaman berkecimpung dalam dunia pengolahan pangan. Perempuan ini memandu dengan sabar dan telaten.
“Kelihatannya sepele ya, tapi kalau memasukkan bahan terlalu banyak itu bisa mengakibatkan kripik tidak renyah. Memasukkan juga tidak boleh terburu, itu membahayakan, minyak bisa mengenai muka,” jelas Ifah.
Lilis, peserta yang rumahnya digunakan pelatihan merasa sangat bahagia,” acara ini luar biasa. Banyak ilmu yang kami dapat. Banyak yang belum diketahui. Rencana ingin membuat produk unggulan ini. Bahan bakunya banyak di pekarangan penduduk,” terang Lilis disepakati ibu-ibu peserta yang lain.






